Hari ini saya kembali teringat pada 1 moment yang cukup penting, setidaknya bagi saya dan mungkin banyak orang lain diluar sana yang menganggapnya demikian. Salah satu budaya yang dilakukan turun temurun, entah sejak jaman kapan. Sebuah seremonial kelulusan. Namanya Wisuda. 1 minggu yang lalu kebetulan saya menghadiri seremonial itu untuk sahabat saya, beiib iid a.k.a Ruhaida, setelah melaksanakan seremonial untuk diri sendiri pada 3 bln yang lalu.
Selasa, 17 Juli 2012 moment itu terjadi
di Gedung Prof. Sudharto UNDIP, Semarang.
Graduate alias wisuda sarjana. Pada hari itu nama saya resmi bergelar S.T. alias sarjana teknik, setelah perjuangan yang cukup bergelora selama beberapa bulan (lihat posting Langkah menggapai S.T.)
Rasa gembira membuncah karena telah berhasil menyelesaikan pendidikan S1 seperti yang diinginkan kedua orangtua. Cukup bangga dengan prestasi yang telah diperoleh meskipun tidak mendapatkan predikat cumlaude. Ahh, apalah artinya itu. Bagi saya yang penting adalah bagaimana prestasi dan kelulusan saya ini bisa berguna di kemudian hari dan bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri juga keluarga.
Satu minggu yang lalu, di hari yang sama dengan waktu yang berbeda yaitu Selasa 23 Oktober 2012, sahabat saya merasakan hal yang sama. Sahabat terbaik saya diwisuda untuk mendapat gelar yang sama, S.T., dan dia pernah mengundang saya untuk menghadiri seremonialnya. Saya pun tak ingin melewatkan acara tersebut :)
Berhubung jadwal tersebut dilaksanakan beberapa hari sebelum idul adha, saya hampir kehabisan moda transportasi umum AKAP jalur darat. Dengan berbagai alasan dan sejuta rintangan, saya yang telah berdomisili di Jakarta meluncur ke Semarang pada malam sebelum acara tersebut dilaksanakan dan tiba keesokan paginya pada hari H acara. Alhamdulillah kehadiran saya masih tepat pada waktu acara dilaksanakan, yaitu jam 13.00 WIB :)
| beiib iid dalam acara wisuda saya |
![]() |
| saya dalam acara wisuda beiib iid |
ki-ka : rara meeph - beiib iid - saya
|
![]() |
| ki-ka : iid - saya - ririd - fara - mega pada wisuda iid dan fara |
Dalam acara ini, ketika wisuda juli maupun oktober, banyak teman-teman yang sudah maupun belum lulus hadir untuk ikut merasakan hari bahagia bagi mahasiswa. Saya pribadi merasa bahagia karena banyak teman-teman yang datang di hari wisuda saya meskipun hari itu bukanlah hari wisuda bagi mereka. Dan yang agak mengejutkan, saya yang tidak pernah sekalipun mendapat seikat bunga mawar ini, ternyata bisa mendapatkannya di hari nan bahagia itu. Ini dia seikat mawar merah dan putih yang diberikannya tanpa kata di hari wisuda saya. hihi. Terima kasih yaa :)
Seremonial ini memang sebuah budaya yang mungkin di lakukan di belahan dunia manapun. Acara yang menyiratkan makna sebuah harapan bahwa setelah tahap ini akan ada tahap selanjutnya. Tahap ini hanyalah sebuah gerbang menuju dimensi lain bernama masa depan. Dimensi yang akan membuat seseorang merasakan kerasnya realita hidup. Namun jangan khawatir, disetiap proses, baik sulit ataupun mudah, akan ada hasil yang membahagiakan dari yang dapat kita kira.
happy graduation; success for us and keep remember our memories, friends :)


Comments
Post a Comment